Pages

Melepaskan Beban Hati dan Fikiran

Pagi setelah subuh itu, saya dan teman saya bersilaturohim ke tempat salah satu ustad kami. Pertanyaan beliau kepada kami setelah bersalaman, "Gimana semalam bisa tidur". Dan kami pun menjawab serentak, "Alhamdulillah bisa ustad". Sebenarnya kami datang pada hari sebelumnya ba'da shalat 'ashar. Akan tetapi beliau menyuruh kami untuk istirahat terlebih dahulu. Baru setelah subuh, kami bisa menghadap beliau.
Banyak sekali petuah yang beliau berikan kepada kami. Dan itulah yang kami tunggu-tunggu. Kami rindu dengan nasehat beliau. Setelah beberapa tahun kami jarang bersua, dan alhamdulillah kami bisa bertemu lagi.
Beliau memang terkenal dengan ustad yang sering memberikan nasehat dan solusi. Banyak orang yang mengalami masalah dan butuh solusi datang kepada beliau.
Salah satu nasehatnya kepada kami adalah supaya bersabar dalam membimbing dan mengarahkan mahasiswa. Pada siang hari boleh dengan ketegasan akan tetapi pada malam hari dalam mengarahkan harus penuh dengan kasih sayang dan kelembutan. Diajak ngobrol dari hati ke hati. Ditanya bagaimana kondisi keluarga, ada masalah apa, atau apa kekurangan kami dalam membimbing silahkan memberikan masukan.
Anak yang mempunyai maslah pasti akan curhat kepada kita. Orang yang curhat adalah orang yang ingin melepaskan sampah yang ada dalam hati dan fikiran. Maka ketika sudah melepas sampah yang ada dalam hati dan fikiran maka beban akan terasa lebih ringan.
Orang yang curhat dan berkonsultasi kepada kita, adakalanya minta solusi dan ada kalanya hanya minta untuk didengar. Maka jadilah kita pendengar yang baik, kata beliau.
Tidak banyak orang yang minta solusi kepad kita. Tentunya hanya mereka yang menganggap kita sebagai orang yang dapat dipercaya. Orang yang memang pantas untuk dimintai solusi dan memberikan motifasi.
Dan supaya kita dipercaya orang dan mempunyai perkataan yang berat (qaulan syakila), maka tidak cukup hanya dengan shalat tahajut saja. Shalat untuk memantapkan ruh. Akan tetapi untuk memiliki perkataan yang berat, salah satunya dengan cara melihat, mendengar, dan merasa. Karena itu semua adalah salah satu bentuk pendidikan. Dan salah satunya juga dengan memahami, mendengar orang yang curhat kepada kita, kata beliau. Terima kasih ustad atas nasehatnya.


Batu, Malang 31 Desember 2013

1 komentar:

Luqman Hakim said...

subhanallah...semoga bermanfaat bagi kita semua..amiiin...

Post a Comment

 

ROQIT'S BLOG Copyright © 2010-2014 | Powered by Blogger